Apakah manusia benar2 ditakdirkan untuk bebas?

Apakah pilihan itu?
Apakah manusia benar2 ditakdirkan untuk bebas?
Apakah takdir itu?
Jika memang manusia dilahirkan di dunia sudah dilengkapi dengan takdirnya, lalu buat apa surga dan neraka?
Buat apa segala tingkah laku manusia, jika memang pada akhirnya dia akan masuk ke surga atau neraka?

Pertanyaan yang begitu mendalam, yang senantiasa dipertanyakan oleh kaum filsuf.
Masalah takdir.
Benarkah manusia ditakdirkan untuk bebas?
Jika sebelumnya ada pendapat yang menyatakan bahwa kebebasan manusia adalah kutukan, pertanyaan ini lebih mendasar lagi, apakah manusia benar2 ditakdirkan bebas?
Ataukah ini semua hanya ilusi tentang kebebasan.
Karena pada hakikatnya, kita semua sudah terikat pada skenario besar yang telah dibuat oleh Sang Maha Pencipta?
Lalu, bisakah kita memberontak pada takdir?
Jika kita menghindari satu takdir untuk menuju ke takdir lainnya, apakah itu takdir juga?

Kutipan kisah:
Alkisah Khalifah Umar bin Al Khaththab membatalkan kunjungan kenegaraannya ke suatu daerah yang tertimpa bencana wabah penyakit. Kemudian sikap beliau ini dipertanyakan oleh rakyatnya, "Wahai Umar, apakah engkau akan menghindari takdir Allah?" Maka jawab Umar, "Aku menghindari takdir Allah, untuk menuju ke takdir yang lain".

3 Responses to “Apakah manusia benar2 ditakdirkan untuk bebas?”

  1. Ophi Says:

    Yang saya tau ada yang namanya takdir dan ada yang namanya nasib (yang bisa diubah)

    Kalau mati, jodoh, rejeki (satu lagi lupa) adalah takdir

    tapi kalau masuk neraka dan surga bukan takdir, itu nasib, jadi manusia harus menentukan nasibnya mau meninggal dalam keadaan sholeh atau dalam keadaan kafir…

    wallahualam

  2. Wikan Says:

    pertanyaan, Mbak Ophi …
    kalau misalnya anak yang lahir dari orang kafir, terus dia hidup dan mati dalam keadaan kafir, kemudian masuk neraka, itu jadinya takdir atau nasib ya?

  3. Derianto Says:

    wah menurut saya sebenernya untuk memecahkan masalah apakah manusia bebas atau tidak itu gampang saja:

    1. anggaplah surga dan neraka tak ada

    2. apakah nasib itu bisa diubah atau ga? terserah. manusia kan bebas mengatakan dirinya bebas atau ga bebas, dan bebas mengatakan nasib bisa diubah atau ga bisa diubah, iya gak? :P

Leave a Reply