Archive for December, 2005

Adakah kebenaran absolut?

Sunday, December 25th, 2005

Ini pertanyaan yang filosofis.
Adakah kebenaran yang absolut?
Sebagian orang berpendapat bahwa kebenaran yang absolut, datangnya dari Tuhan.
Sebagian berpendapat, kebenaran yang absolut ya Tuhan itu sendiri.
Sebagian lagi menolak untuk berpendapat, atau mungkin karena tidak punya pendapat, atau lebih tepatnya terdoktrin dengan dogma2 yang diterimanya.

Well, jika kebenaran itu absolut, berarti hanya satu yang benar, dan selain itu salah.
Jika kita beradu argumen dengan orang yang telah terdoktrin dengan dogma bahwa kebenaran hanyalah satu, dan yang benar hanyalah dari Tuhan, maka patut kita pertanyakan apakah pendapatnya adalah dari Tuhan, ataukah sebenarnya dari (nafsu) dirinya sendiri. Karena tentu saja dia (orang) bukanlah Tuhan yang bisa mengatakan bahwa kebenaran mutlak/absolut adalah darinya.

Tetapi jika kita berdiskusi dengan orang yang mengatakan bahwa kebenaran adalah relatif, kebenaran ada di mana2, dan tidak ada kebenaran yang absolut, maka apakah nilai yang dapat diacu untuk menilai bahwa ini benar atau salah? Mungkinkah sesuatu hal, di satu sisi bernilai benar, sementara di sisi lain jadi bernilai salah? Ini juga jadi bias.

Akhirnya, seperti kata seorang bijak … apa yang dariku, boleh jadi mengandung kebenaran, tetapi mungkin juga ada kesalahan. Demikian juga, jika ada orang yang berpendapat, boleh jadi mengandung kesalahan, tapi mungkin ada kebenarannya.

apa kata Presiden Iran tentang Israel

Saturday, December 10th, 2005

http://en.wikinews.org/wiki/Iranian_president_says_move_Israel_to_Europe

Luar biasa presiden Iran satu ini. Setelah tetep ngotot untuk melanjutkan program nuklir di negaranya, presiden Mahmoud Ahmadinejad melancarkan statemen2 yang menyerang eksistensi negara Israel. Mulai dari konferensi anti-zionisem dan sekarang bikin pernyataan tentang Israel yang seharusnya dipindah ke negara Eropa.

Buat melancarkan statemen kayak gini, tentunya nggak sembarang orang yang bisa melakukannya. Dia harus punya harga diri yang tinggi dan ketakutan hanya pada Allah semata. Harga diri itu penting, kalau gak ya gampang aja diinjak2 sama orang/negara lain. Dan ketakutan hanya pada Allah SWT, membuat presiden Ahmadinejad gak takut bahkan sama Amerika dan kecaman dunia internasional.

Yah, sebenarnya ini semua hanya pemutarbalikan fakta ya. Kalau Israel yang bikin reaktor nuklir kenapa dunia gak mengecam? Padahal negara2 sekitarnya gak ada yang punya reaktor nuklir sebelumnya. Giliran Irak dan kemudian Iran punya, eh Israel teriak2. Bagaimana juga dengan eksistensi negara Palestina yang masih belum diakui oleh dunia internasional (baru sebagian negara yang mengakui eksistensi negara Palestina). Mengapa dunia tidak mengecamnya.

Well, kita bisa melihat munafiknya Barat di sini.

Kutipan dari film James Bond "Die Another Day"
waktu James Bond berhadapan dengan anak Jenderal Korea Utara yang sekolah di Amerika. Si anak jenderal mengakui bahwa dia disekolahkan di Amerika dengan jurusan "Kemunafikan Barat"

Apakah manusia benar2 ditakdirkan untuk bebas?

Friday, December 9th, 2005

Apakah pilihan itu?
Apakah manusia benar2 ditakdirkan untuk bebas?
Apakah takdir itu?
Jika memang manusia dilahirkan di dunia sudah dilengkapi dengan takdirnya, lalu buat apa surga dan neraka?
Buat apa segala tingkah laku manusia, jika memang pada akhirnya dia akan masuk ke surga atau neraka?

Pertanyaan yang begitu mendalam, yang senantiasa dipertanyakan oleh kaum filsuf.
Masalah takdir.
Benarkah manusia ditakdirkan untuk bebas?
Jika sebelumnya ada pendapat yang menyatakan bahwa kebebasan manusia adalah kutukan, pertanyaan ini lebih mendasar lagi, apakah manusia benar2 ditakdirkan bebas?
Ataukah ini semua hanya ilusi tentang kebebasan.
Karena pada hakikatnya, kita semua sudah terikat pada skenario besar yang telah dibuat oleh Sang Maha Pencipta?
Lalu, bisakah kita memberontak pada takdir?
Jika kita menghindari satu takdir untuk menuju ke takdir lainnya, apakah itu takdir juga?

Kutipan kisah:
Alkisah Khalifah Umar bin Al Khaththab membatalkan kunjungan kenegaraannya ke suatu daerah yang tertimpa bencana wabah penyakit. Kemudian sikap beliau ini dipertanyakan oleh rakyatnya, "Wahai Umar, apakah engkau akan menghindari takdir Allah?" Maka jawab Umar, "Aku menghindari takdir Allah, untuk menuju ke takdir yang lain".

Kebebasan Manusia

Thursday, December 8th, 2005

aku pernah baca tulisan yang bunyinya begini …
Manusia dikutuk untuk bebas …

apakah kebebasan adalah kutukan? ataukah anugrah?
well, kita bisa memandangnya dari berbagai sisi.
kalau dari sisi pemahaman agama secara umum, kebebasan manusia dianggap sebagai anugrah dari Tuhan Sang Maha Pencipta, namun di sisi lain kebebasan merupakan kutukan yang membingungkan.

Malaikat diciptakan dengan fitrah kebaikannya.
Setan diciptakan dengan fitrah keburukannya.
Sedang manusia? Ia ditakdirkan untuk bebas.

Maka pemahaman kebebasan sebagai kutukan bisa mendapat pembenaran.
Dan sebagai manusia di dunia, menjalani kutukan tersebut untuk mendapatkan pembebasan dari kutukan di kemudian hari.